Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Our Documentation. Tampilkan semua postingan

Apel Pagi SMP Ar-Rohmah

Apel Pagi.... sama dengan upacara. Tetapi Apel pagi yang ini jauh lebih Akbar. Tidak hanya diikuti oleh santri-santri kelas 7,8,9 saja, guru-guru serta dewan asatidz juga mengikuti acara Apel Pagi ini. Apel Pagi itu merupakan Apel kami yang pertama kalinya di jenjang yang baru yakni Tahun Ajaran 2014-2015. Panas matahari tidak membuat kami, OPH -selaku instruktur apel pagi- lemah, tidak bersemangat, justru karena inilah kami semangat karena ini merupakan acara yang besar. Berikut dokumentasinya :






OPH SMP 2014-2015 in 80%

Tahap Test, sudah dilalui oleh Calon Anggota OPH SMP masa kepengurusan 2014-2015
Banyak masalah dan bimbang dalam memilih, karena setiap calon mempunyai potensi yg hampir sama. Entah, itu dalam bidang Mental, Penampilan, Wibawa, pola pikir dewasa dan sebagainya.
Terutama, dalam hal akhlaq banyak kebimbangan yang harus dipikirkan, karena mereka masih belum menunjukkan sifat mereka masing-masing (sifat dari rumah). Hal mental juga tidak kalah penting, itupun kami hanya membutuhkan karakter-karakter tegas berjiwa mandiri yang sekiranya siap untuk menanggung beban-beban/amanat yang diberikan. Berikut dokumentasinya :






Obat Sakit Gigi Tradisional dan Alami

Sakit gigi, bila kita mendengar dua kata ini pasti sudah tidak asing lagi. Seperti kata pepatah "lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi" sudah terbayang kan bagaimana sakitnya bila terkena sakit gigi ini.
Rasanya sungguh tidak enak sekali seperti susah tidur, susah makan,sensitif terhadap berbagai suara yang keras karena dianggap bising, mudah marah, konsentrasi terganggu ketika bekerja dan bahkan kadang-kadang tidak bisa bekerja dibuatnya.

Adapun penyebab sakit gigi ini antara lain seperti adanya lubang pada gigi anda,retak, maupun radang pada gusi, karies gigi, gingivitis, dan masuk angin.
penyebab yang sering terjadi pada sakit gigi biasanya adalah gigi berlubang dan masuk angin.
Bila gigi anda berlubang maka sisa makanan akan menempel dilubang tersebut dan menjadi bakteri bila tidak anda bersihkan, dan hal itulah yang membuat gigi anda sakit.
Makanya ikuti anjuran para ahli kesehatan untuk sikat gigi 2 kali sehari pagi dan malam hari sebelum tidur, setidaknya dapat mencegah kita untuk mengalami sakit gigi.

Bagaimana sekarang jika saya tengah mengalami sakit gigi dan tidak ingin ke dokter karena takut jarum suntik? (hahaha buat malu aja)
Tenang.. berikut ada beberapa tips mengobati sakit gigi dengan cara tradisional dan alami, silahkan disimak :

Bawang putih
Bawang putih dapat menyembuhkan sakit gigi atau gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik. Ambil satu siung bawang putih dan letakkan di gigi. Lakukan selama 5 menit, kemudian keluarkan bawang putih dan bilas mulut dengan air hangat.
Bahan : Bawang Putih (1-2 siung), air hangat (2 gelas)

Daun Inggu Kering
Cara pengobatan: Rebus daun inggu kering dalam 2 gelas air hingga mendidih. Saring airnya setelah dingin, airnya digunakan untuk kumur beberapa kali.
Bahan: Daun inggu kering (2-4 gram), air (2 gelas).

Minyak tempurung kelapa
Cara pengobatan: Ambil tempurung kelapa lalu dibakar sampai keluar minyaknya. Ambil minya tempurung kelapa tersebut dengan kapas. Lalu tempelkan ke gigi yang sakit. Niscaya dalam beberapa menit sakit gigi Anda akan hilang.
Bahan: Tempurung kelapa yang sudah dibelah, Kapas secukupnya

Serai
Biasa digunakan sebagai bumbu dapur terutama untuk pepes agar menambah aroma.
Caranya: Rebus serai segar secukupnya dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Gunakan ramuan ini untuk berkumur.
Bahan : Serai dan air putih (2 gelas)

Minyak cengkeh
Minyak cengkeh juga terkenal bisa mengobati sakit gigi, dan caranya gampang sekali :
Berikan 2 â?? 3 tetes minyak cengkeh ke kapas kemudian gosokkan pada gigi. Dan tunggu beberapa saat sampai minyak cengkehnya bereaksi.
Bahan : Minyak cengkeh dan kapas

Teh Hangat
Teh panas (tanpa gula) membantu menghilangkan bakteri di mulut dan mengurangi rasa sakit sementara. Tempatkan kantong teh pada gusi untuk membantu menghentikan peradangan.
Bahan : Teh celup dan air panas

Es batu
Menggunakan es batu dikenal untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada gigi dan gusi. Masukkan es batu dalam kantong kain atau ke area sakit dan biarkan selama 5 â?? 10 menit. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari, tapi bila kondisi tidak membaik, segera hubungi dokter.

Penyakit Alergi Olahraga

Hal ini memang benar nyata dan terjadi, Alergi Olah Raga memang sebuah Fakta Unik Dan Aneh namun ini adalah nyata terjadi, bagi orang-orang yang menderita penyakit Exercise-Induced Anaphylaxis, mereka akan menjadi alergi berolahraga. Sangat sulit dijabarkan penyebabnya namun bisa dikatakan ini adalah sebuah reaksi yang terjadi pada otak dan mengakibatkan denyut jantungnya mengalami peningkatan sehingga penderitanya menjadi tidak menyukai olahraga karena hal ini juga dapat meningkatkan denyut jantung.
Hal yang dapat dirangkum Fakta Unik Dan Anehtentang penyakit ini adalah dijelaskan bahwa penderita penyakit ini, jika mengalami peningkatan denyut jangtung yang sangat signifikan dapat terlebih bila melakukan olahraga atau pekerjaan yang berat dapat mengakibatkan hal terparah yaitu meninggal dunia, karena alergi yang muncul dapat menutup saluran udara ke paru-paru penderita.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembekakan saluran pernapasan adalah dengan menyuntikkan suntikan adrenalin untuk beberapa saat, agar dapat bernapas dengan baik.

Gejala penyakit Unik Dan Aneh adalah sipenderitanya akan merasa sesak nafas saat denyut jantungnya meningkat, dan hal inilah yang membuat mereka menjadi alergi untuk berolah raga untuk menghindari timbulnya alergi tersebut.

Taklukan Yangon United, Persipura Lolos ke Delapan Besar AFC Cup

Persipura Jayapura berhasil melumat tamunya Yangon United dengan skor telak 9-2 pada babak 16 besar AFC Cup 2014 di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (13/5). Dengan hasil ini, tim Mutiara Hitam berhasil lolos ke babak perempat-final. Mengingat, pada babak ini hanya ditentukan dalam satu laga siapa yang akan lolos ke babak selanjutnya.

Sementara itu, pada laga tersebut Boakay Edi Foday tampil sebagai bintang dengan memborong lima gol kemenangan tim tuan rumah pada menit ketiga, 23, 41, 43, dan 87. Empat gol lainnya dilesakkan Yustinus Pae (10), Ian Kabes (28, penalti dan 53), serta Titus Bonai (57). Sedangkan dua gol Yangon diciptakan Cezar Augusto (17) dan Kyaw Ko Ko (21).

Di sisi lain, laga ini menciptakan beberapa rekor. Pertama, ini adalah salah satu kemenangan terbesar di ajang AFC Cup, dan Persipura menjadi tim kedua yang bisa mencetak sembilan gol dalam satu laga sekaligus. Sebelumnya, klub asal Uzbekistan, Nasaf Qarshi, pernah menorehkan hal serupa saat mengecundangi Dempo (India) di fase penyisihan grup A Piala AFC 2011. Selanjutnya, total gol yang tercipta pada laga ini (11 gol) adalah yang terbanyak, menyamai rekor Sun Hei versus Hoa Phat Hanoi (7-4) yang terjadi tujuh tahun silam.

Selain itu, Eddie Boakay Foday juga menjadi pemain non Asia pertama yang mencetak lima gol dalam satu laga di AFC Cup. Pemain Asia pertama yang melesakkan lima gol dalam satu laga adalah Ali Ashfaq (New Radiant), saat timnya menggulung Persibo Bojonegoro, 7-0, di Piala AFC 2013. Sebelumnya, saat masih memperkuat Persiwa Wamena, Foday juga pernah mencetak dua gol di AFC Cup 2010.

Babak pertama
Bertindak sebagai tuan rumah, Persipura langsung tampil menekan. Bahkan, mereka mampu langsung melesakkan gol ketika pertandingan baru berjalan tiga menit melalui gol yang dicetak Boakay Foday. Setelah itu, skuat yang dilatih Jacksen F Tiago ini terus mengurung pertahanan tim tamu.

Namun begitu, Yangon juga mencoba sesekali memberikan tekanan ke lini pertahanan tim asal Papua. Kecepatan Kyaw Ko Ko beberapa kali merepotkan lini belakang Persipura. Beruntung, Bio Paulin dan kawan-kawan masih sigap dalam membaca arah serangan tim asal Myanmar tersebut.

Bahkan, Persipura berhasil menggandakan keunggulan pada menit kesepuluh melalui Yustinus Pae. Skor 2-0 untuk tim tuan rumah. Tertinggal dua gol, tak lantas membuat skuat yang dilatih Eric Williams itu patah arang.

Secara perlahan, Yangon mencoba bangkit. Hasilnya, Cezar Augusto Hermenegildo berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-17. Sontak, gol tersebut semakin menambah semangat Khin Maung Lwin dan kawan-kawan.

Empat menit berselang, Yangon akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah Kyaw Ko Ko yang berhasil merobek jala Persipura yang dikawal Yoo Jae Hoon.  

Tak ingin tim tamu semakin bangkit, Persipura kembali mencoba mengendalikan permainan. Boaz Solossa dan kawan-kawan kembali unggul pada menit ke-23 melalui gol yang dilesakkan Foday. Kabes memperbesar keunggulan menjadi 4-2 lewat tendangan penalti di menit ke-28. Dua gol lagi mampu disarangkan Foday pada menit ke-41 dan 43. Skor 6-2 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua
Kendati sudah unggul tiga gol, Persipura tak mau lengah. Permainan menyerang terus mereka tampilkan di hadapan pendukung sendiri. Tim yang melakoni debut di AFC Cup pada 2011 ini kembali mencetak gol melalui Ian Kabes di menit 53.

Tak mau ketinggalan, Titus Bonai juga ikut menyumbang gol empat menit kemudian. Skor 8-2 membuat tim tamu semakin terpuruk. Yangon pun terlihat sulit keluar dari tekanan demi tekanan yang dilancarkan Persipura.

Seakan tak puas, Foday kembali menorehkan gol kelimanya di laga ini pada menit ke-87. Skor 9-2 bertahan hingga laga usai. Sementara itu, untuk pengundian babak perempat-final baru akan dilakukan pada 28 Mei mendatang. 

The MOB di IGT 2014

The MOB? The MOB (di Arrohmah Malang) adalah Ma'had of Break Dance. The MOB sendiri adalah perwakilan Peserta dari OPH SMP di ISTH Got Talent 2014.
Yang kami tampilkan adalah Spesial Drama dan Bonus. Bonus? ya Bonus, bonusnya yakni Funky MOB (Dance). Tahu kan Funky Papua yang di Indonesia Mencari Bakat? (ya, tau emang knp? ) lah iya FUNKY MOB itu hampir sama dengan Funky Papua, cuma ya beda2 dikitlah gerakannya.
Personil The MOB terdiri dari :

Editor (suara/efek suara) dan Pembimbing : Taufikkurrahman 
Bagian Drama dan Beladiri  : Syaikh Ahmed Salsabil, M. Fariz Wicaksono, Yunus Muhammad, Yusron Hanan, Arif Yusuf Maulana, A. Luqman Hakim, Ardian Rizal Zakaria, Khalifah Ihsan, Faiz Nayottama
Ceramah/kultum : Faiz Nayottama
Pengisi pembuka Bonus : M. Fariz W. dan  Arif Yusuf Maulana
Funky MOB : Yusron Hanan, Syaikh Ahmed Salsabil, Ardian Rizal Zakaria

Berikut Cuplikan foto :


Kampung Adat yang Masih Bartahan di Kabupaten Ciamis

Kampung Kuta adalah dusun adat yang masih bertahan di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Kampung adat ini dihuni oleh  masyarakat yang dilandasi kearifan lokal, dengan memegang teguh budaya pamali (tabu), untuk menjaga keseimbangan alam dan terpeliharanya tatanan hidup dalam bermasyarakat. Salah satu yang menonjol adalah dalam hal pelestarian hutan, sekaligus mempertahankan kelestarian mata air dan pohon aren untuk memenuhi sumber kehidupan mereka.
Karena penghormatan yang tinggi terhadap hutan, warga Kampung Kuta yang hendak masuk ke kawasan hutan tidak pernah menggunakan alas kaki. Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Oleh karena itu, kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede. Selain itu, sumber air masih terjaga kelestariannya dengan baik.
Secara letak administratif, Kampung Kuta berada di wilayah Kabupaten Ciamis, Kecamatan Tambaksari, tepatnya di dalam Desa Karangpaningal. Kampung Kuta terdiri atas 2 RW dan 4 RT. Kampung ini berbatasan dengan Dusun Cibodas di sebelah utara, Dusun Margamulya di sebelah barat, dan di sebelah selatan dan timur dengan Sungai Cijulang, yang sekaligus merupakan daerah perbatasan wilayah Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
Untuk menuju ke kampung tersebut jarak yang harus ditempuh dari kota Kabupaten Ciamis sekitar 34 km menuju ke arah utara. Dapat ditempuh dengan menggunakan mobil angkutan umum ke Kecamatan Rancah. Sedang dari Kecamatan Rancah menggunakan motor sewaan atau ojeg, dengan kondisi jalan aspal yang berkelok, dan tanjakan yang cukup curam. Jika melalui Kecamatan Tambaksari dapat menggunakan kendaraan umum atau ojeg, dengan kondisi            jalan yang serupa.

Salah satu upacara adat Kampung Kuta yang rutin dilaksanakan hingga kini adalah Upacara Adat Nyuguh. Sesuai warisan leluhur, acara nyuguh itu harus dilakukan di pinggir Sungai Cijolang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Pernah satu kali acara nyuguh tidak dilaksanakan, tiba-tiba seluruh kampung mendapat musibah. Padi yang siap dipanen rusak parah, sedangkan sejumlah hewan ternak ditemui mati menggelepar. Warga menyakini kerusakan itu terjadi karena “utusan” Padjadjaran itu tidak disuguhi makanan. Alhasil mereka pun mencari makanan sendiri dengan cara merusak kampung.
Pelapisan sosial yang didasarkan atas status dan peranan, telah menyebabkan dalam masyarakat terdapat golongan yang memimpin dan golongan yang dipimpin. Golongan yang memimpin secara formal menduduki jabatan tertentu dalam lembaga pemerintahan desa seperti kepala desa. Sedangkan pimpinan non-formal adalah pimpinan berdasarkan penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap seseorang karena alasan usia, pengalaman, pengetahuan, dan peran di lingkungannya. Pimpinan non-formal biasa dikenal dengan sebutan sesepuh dan kuncen.
Walaupun masyarakat Kampung Kuta terkenal sebagai sebuah komunitas yang sangat terikat dengan aturan-aturan adat, akan tetapi mereka mengenal dan menyukai berbagai kesenian yang digunakan sebagai sarana hiburan, baik kesenian tradisional maupun kesenian modern seperti calung, reog, drama Sunda, tagoni (terbang), kliningan, jaipongan, kasidah, ronggeng, sampai kesenian dangdut.
Adapun perjalanan ke Sungai Cijolang sekitar lima kilometer. Kini, Pak Kuncen pun kembali memulai ritual.
Doa kembali dipanjatkan sebelum warga menyantap makanan yang tersedia. Setelah berdoa, seluruh warga kemudian menyantap makanan yang dibawa dari kampung. Makanan khas yang harus ada setiap upacara.
Upacara Adat Nyuguh ini merupakan suatu upacara ritual tradisional Adat Kampung Kuta Kec. Tambaksari Kabupaten Ciamis yang selalu dilaksanakan pada tanggal 25 safar pada setiap tahunnya.
Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, berbatasan dengan Jawa Tengah itu dikenal sebagai Kampung adat. Ada beberapa versi mengenai sejarah Kampung Kuta ini. Menurut cerita rakyat setempat, asal-usul Kampung Kuta berkaitan dengan berdirinya Kerajaan Galuh. Konon, pada zaman dahulu ketika Prabu Galuh yang bernama Ajar Sukaresi (dalam sumber lain, tokoh ini adalah seorang pandita sakti) hendak mendirikan Kerajaan Galuh, Kampung Kuta dipilih untuk pusat kerajaan karena letaknya strategis.
Prabu Galuh memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk mengumpulkan semua keperluan pembangunan keraton seperti kapur bahan bangunan, semen merah dari tanah yang dibakar, pandai besi, dan tukang penyepuh perabot atau benda pusaka. Keraton pun akhirnya selesai dibuat. Namun, pada suatu ketika, Prabu Galuh menemukan lembah yang (Kuta) oleh tebing yang dalamnya sekitar 75 m di lokasi pembangunan pusat kerajaan itu. Atas musyawarah dengan para punggawa kerajaan lainnya, diputuskanlah bahwa daerah tersebut tidak cocok untuk dijadikan pusat kerajaan (menurut orang tua, “tidak memenuhi Patang Ewu Domas”).
Selanjutnya, mereka berkelana mencari tempat lain yang memenuhi syarat. Prabu Galuh membawa sekepal tanah dari bekas keratonnya diKuta sebagai kenang-kenangan. Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, Prabu Galuh dan rombongannya sampai di suatu tempat yang tinggi, lalu melihat-lihat ke sekeliling tempat itu untuk meneliti apakah ada tempat yang cocok untuk membangun kerajaannya. Tempat ia melihat-lihat itu sekarang bernama “Tenjolaya”. Prabu Galuh melihat ke arah barat, lalu terlihatlah ada daerah luas terhampar berupa hutan rimba yang menghijau. Ia kemudian melemparkan sekepal tanah yang dibawanya dariKuta ke arah barat dan jatuh di suatu tempat yang sekarang bernama “Kepel”. Tanah yang dilemparkan tadi sekarang menjadi sebidang sawah yang datar dan tanahnya berwarna hitam seperti dengan tanah diKuta , sedangkan tanah di sekitarnya berwarna merah. Prabu Galuh melanjutkan perjalanannya sampai di suatu pedataran yang subur di tepi Sungai Cimuntur dan Sungai Citanduy, lalu mendirikan kerajaan di sana.
Cerita selanjutnya tentang Prabu Galuh tersebut hampir mirip dengan cerita Ciung Wanara dalam naskah Wawacan Sajarah Galuh, bahwa Prabu Galuh kemudian digantikan oleh patihnya, Aria Kebondan (dalam naskah disebut Ki Bondan). Prabu Galuh menjadi pertapa di Gunung Padang. Menurut versi tradisi lisan, Prabu Galuh meninggalkan duaorang istri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Saat itu, Dewi Naganingrum sedang mengandung. Ketika Dewi Naganingrum melahirkan, Dewi Pangrenyep menukar bayinya dengan seekor anak anjing. Bayi itu kemudian dihanyutkan ke Sungai Citanduy. Melihat Dewi Naganingrum beranak seekor anjing, Aria Kebondan yang menjadi raja di Galuh menjadi marah, lalu menyuruh Lengser membunuhnya. Namun, Lengser itu tidak membunuh Dewi Naganingrum, tetapi menyembunyikannya diKuta. Adapun bayi yang dibuang ke Sungai Citanduy itu kemudian ditemukan oleh Aki Bagalantrang di depan badodon (tempat menangkap ikan)-nya. Bayi itu dipungut dan diasuh oleh Aki Bagalantrang hingga remaja, lalu diberi nama Ciung Wanara. Tempat Aki Bagalantrang mengasuh bayi itu sekarang disebut daerah “Geger Sunten”, sekitar 6 km dariKuta . Ciung Wanara kemudian merebut kembali Kerajaan Galuh dari Aria Kebondan melalui sabung ayam, sebagaimana yang diceritakan dalam naskah. Setelah Ciung Wanara menjadi raja, Lengser pun menjemput Dewi Naganingrum sehingga bisa berkumpul kembali dengan anaknya.
Di Kampung Kuta terdapat mitos tentang Tuan Batasela dan Aki Bumi. Diceritakan bahwa bekas kampung Galuh yang telah diterlantarkan selama beberapa lama ternyata menarik perhatian Raja Cirebon dan Raja Solo. Selanjutnya, masing-masing raja tersebut mengirimkan utusannya untuk menyelidiki keadaan di Kampung Kuta. Raja Cirebon mengutus Aki Bumi, adapun Raja Solo mengutus Tuan Batasela. Raja Cirebon berpesan kepada utusannya bahwa ia harus pergi ke Kuta, tetapi jika didahului oleh utusan dari Solo, ia tidak boleh memaksa jadi penjaga Kuta. Ia harus mengundurkan diri, tetapi tidak boleh pulang ke Cirebon dan harus terus berdiam di sekitar daerah itu sampai mati. Pesan yang sama juga didapat oleh utusan dari Solo. Pergilah kedua utusan tersebut dari kerajaannya masing-masing. Utusan dari Solo, Tuan Batasela, berjalan melalui Sungai Cijolang sampai di suatu kampung, lalu beristirahat di sana selama satu malam. Jalan yang dilaluinya itu hingga saat ini masih sering dilaluiorang untuk menyeberang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Penyeberangan itu diberi nama “Pongpet”. Adapun Aki Bumi dari Cirebon langsung menuju ke Kampung Kuta dengan melalui jalan curam, yang sampai saat ini masih ada dan diberi nama “Regol”, sehingga tiba lebih dulu di Kampung Kuta. Sesampainya di sana, Aki Bumi menemui para tetua kampung dan melakukan penertiban- penertiban, seperti membuat jalan ke hutan dan membuat tempat peristirahatan di pinggir situ yang disebut “Pamarakan”. Karena telah didahului oleh utusan dari Cirebon, Tuan Batasela kemudian terus bermukim di kampung tempat ia bermalam, yang terletak di utara Kampung Kuta. Konon, utusan dari Solo itu kekurangan makanan, lalu meminta-minta kepada masyarakat di Kampung itu, tetapi tidak ada yang mau memberi. Keluarlah umpatan dan sumpah dari Tuan Batasela yang mengatakan bahwa “Di kemudian hari, tidak akan adaorang yang kaya di Kampung itu.” Ternyata, hingga saat ini rakyat di Kampung itu memang tidak ada yang kaya. Karena menderita terus, Tuan Batasela kemudian bunuh diri dengan keris. Darah yang keluar dari luka Tuan Batasela berwarna putih, lalu mengalir membentuk parit yang kemudian disebut “Cibodas”. Kampung itu pun diberi nama Kampung Cibodas. Tuan Batasela dimakamkan di tengah- tengah persawahan di sebelah utara Kampung Cibodas. Makamnya masih ada hingga saat ini. Aki Bumi terus menjadi penjaga (kuncen) Kampung Kuta sampai meninggal, lalu dimakamkan bersama keluarganya di tengah-tengah Kampung, yang sekarang termasuk Kampung Margamulya. Tempat makam itu disebut “Pemakaman Aki Bumi”. Setelah keturunan Aki Bumi tidak ada lagi, Raja Cirebon memerintahkan bahwa yang menjadi kuncen di Kampung Kuta berikutnya adalah orang-orang yang dipercayai oleh Aki Bumi, yaitu para leluhur kuncen Kampung Kuta saat ini.
Mitos-mitos yang dituturkan oleh tradisi lisan terkadang mempunyai keterkaitan dengan mitos yang diceritakan dalam sumber naskah sejarah. Keterkaitan itu kemudian menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah si penutur mitos yang bersumber pada naskah atau naskah yang ditulis berdasarkan penuturan. Jika dirujuk pada usianya, maka tradisi lisan telah ada sebelum tulisan muncul sehingga dapat diasumsikan bahwa naskah ditulis berdasarkan cerita yang dituturkan. Tradisi lisan yang terus ada hingga saat ini, seperti yang dituturkan oleh para kuncen atau tukang cerita, terdapat dua kemungkinan mengenai asal-usulnya. Pertama, tradisi lisan itu berdasarkan cerita naskah yang dibaca kemudian dituturkan kembali. Kedua, tradisi lisan itu memang belum pernah dituliskan dalam bentuk naskah, lalu dituturkan secara turun-temurun. Adanya perbedaan versi suatu cerita yang dituturkan dalam naskah dan tradisi lisan disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu perbedaan sumber cerita, distorsi cerita karena pewarisan cerita yang turun-temurun memungkinkan terjadinya penambahan ataupun pengurangan isi cerita, dan adanya keinginan dari penutur cerita untuk mengedepankan peranan seorang tokoh ataupun berapologia atas kesalahan tokoh tersebut. Demikian pula dengan cerita tentang Kampung Kuta di atas. Ada beberapa bagian yang hampir mirip dengan cerita yang dikemukakan dalam naskah dan ada pula yang berbeda jalan ceritanya. Adapun mengenai kebenaran isi cerita atau mitos tersebut bukanlah suatu permasalahan. Setidaknya, mitos-mitos tersebut dihormati dan dipelihara oleh masyarakatnya. Lebih jauh, bukankah ilmu pengetahuan juga pada awalnya berkembang dari bentuk pemikiran mitis. Hingga saat ini, Kampung Kuta tetap dilestarikan sebagai kampung adat atau petilasan. Masyarakatnya masih memelihara dan melestarikan tradisi-tradisi leluhur mereka. Pantangan-pantangan pun dibuat untuk menjaga kelestarian tradisi itu, seperti larangan membuat rumah dari tembok dan memakai atap genteng, larangan mengubur mayat orang dewasa kecuali bayi kecil dan dalamnya pun tidak melebihi pangkal paha, larangan menggali sumur terlalu dalam, larangan mementaskan wayang, larangan meminum minuman keras, tidak boleh sombong atau menentang adat kuta, dan sebagainya.
Dengan masih bertahannya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang berada di Ciamis ini, sepatutnya harus kita banggakan, karena dengan adanya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang masih bertahan menunjukkan bahwa masih ada pelestari kebudayaan yang masih menjaga kelestarian budayanya hingga saat ini. Mari kita lestarikan warisan kebudayaan leluhur.

ARTIFO II (Ar-Rohmah Facultative Olympiad) 2014

Alhamdulillah, Artifo I dahulu sudah kita laksanakan dan InsyaAllah sukes. Lalu, kami pun menjadikan "Artifo" lomba rutinan kami (OPH SMP 2013-2014). 
Setelah UTS ini pun kami mengadakan Artifo II, berikut lomba-lomba yang akan dilaksanakan pada hari Kamis -Jum'at tanggal 20-21 Maret 2014




 








Sekilas! Microphone


Microphone, Kalau dilihat dari namanya sudah terlihat asing, tapi kata tersebut mengandung makna yang sangat mantab, yakni microphone. Micr-OPH-One, artinya OPH itu satu (bersatu) tidak cerai berai. Dengan nama tersebut kami jadikan dengan nama distro kami dan ini menjadi bisnis kami (business project). Desain kaos terus kami jadikan intinya, karena microphone ini lebih menuju ke bisnis kaos. Untuk  desain sendiri, ada yang simple, elegan, bahkan ada yang membingungkan. Berikut foto sedikit tentang MicrOPHOne :






* BUAT CONTOH KAOS MASIH RAHASIA BROOO...SORRY...

INSYA ALLAH KAOS AKAN DIRILIS BULAN APRIL/MEI 2014 MENDATANG

Pelantikan OPH SMP (2013-2014) Artra kok gak ada ?


1st  Story of Yusron
Pelantikan OPH SMP kok gak ada?
Hmm..mungkin itulaha pertanyaan yang kalian lontarkan kepada anak OPH SMP. Gini ya, gan.. saya jelaskan. CEKIDOT
Gan, OPH SMP itu bukannya gak ada pelantikan, tetap ada tapi bersifat tertutup.

 Pelantikan Terbuka/umum tidak kami adalakan dikarenakan Bulan Januari jadwal atau event kami FULL, ndelo’en! Ngurusi AFEST 2014, LDK OPH SMP, Penggalangan Dana Baksos, Baksos, dan banyak Masalah-masalah yang tidak bisa kami sebutkan dalam FORUM ini.

Pelantikan Tertutup ini kami adakan pada saat kami LDK, yang kepanjangannya Latihan Dasar Kepemimpinan. Pada saat itu kami telah berjanji untuk menjadi pengurus OPH SMP. Janji-janji itu adalah (      janji ini bersifat privasi, sorry!HEHEHE..). Yang penting kami telah BERJANJI untuk menja
di pengurus OPH SMP yang baik, mengembangkan OPH SMP, dll…

“Bukannya dengan gak ada pelantikan (pelantikan terbuka/umum) kita jadi lebih baik? Kita kan jadinnya gak sombong (kalau menjadi pengurus OPH SMP). Toh, kita pun jadi lebih baik dari yang dahulu dan lainnya. Jadi pelantikan itu sebenarnya gak penting!”, ujar Gue pas banyak yang KEPO

 Kami mohon maaf sebelumnya, karena kami memberi jawabanny kelamaan, karena kami sebenarnya menjaga privasi kami tentang itu. Tapi “ya sudahlah” kami kasih tau, karena kalian KEPO! (hahaha.. yo gaklah! )

Berikut Foto/Dokumentasi pas LDK 2014, yang sekaligus didalamnya ada pelantikan terbuka







 

- Copyright © OPH SMP Ar-Rohmah - OSIS SMP - Powered by Ar-Rohmah Putra Hidayatullah Malang - Designed by OPH Crew -